P1280894

[MEDIA ICMI] Menghadapi era  China-ASEAN Free Trade Area (CAFTA), dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)pada Desember mendatang, sudah seharusnya kita mempersiapkan diri. Tak terkecuali bagi para pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro. Karena tantangan ini bisa diolah menjadi peluang, jika kita memiliki sumber daya yang dibutuhkan. Demikian pesan Pengurus Pusat ICMI, Irwanuddin saat membuka Pelatihan Kewirausahaan dan Pembukuan Sederhana Bagi UMKM Pengurus Kelompok Usaha Bersama Anggota BMT ICMI Pusat, Kerjasama BRI Peduli Bangga BerIndonesia dengan BMT Bina Insan Cita ICMI Pusat, STIE Widya Persada, Jakarta (11/3/15)

Serap Maksimal,  Meski Sederhana

“Bapak BJ Habibie selalu berpesan; dengan kondisi perekonomian saat ini,  menghadapi CAFTA dan MEA pada Desember 2015, ini menjadi sebuah peluang, tidak hanya tantangan. Bagi masyarakat Indonesia yang tidak mempersiapkan diri, bisa menjadi bumerang. Meski judulnya pelatihan sederhana, kami berharap, pelatihan ini bisa menjadi salahsatu persiapannya dalam upaya meningkatkan kemampuan khususnya  bagi UMKM, “tandasnya.

Lebih lanjut disampaikan, pelatihan selama dua hari ini hendaknya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin hingga memberi dampak positif dan momentum kampus-kampus di seluruh Indonesia menjadi wadah pergerakan BMT. Menukil Firman Allah SWT, bahwatidaklah Allah merubah nasib suatu kaum tanpa kaum itu merubahnya sendiri,diharapkan juga, para peserta antusias dan inisiatif menyerap ilmu yang diberikan.

“Hari ini, tidak ada satupun dari kami yang dapat merubah nasib Bapak dan Ibu semua., Tapi dengan pengalaman yang ada, insya Allah instruktur yang diberikan mampu memberi  pengalaman yang berharga. Semoga selama dua hari ini para peserta dapat menyerap berbagai informasi yang diberikan,”  pungkasnya.

P1280896

Pengurus ICMI Muzakkir Muannas menyampaikan, meski sistem perekonomian saat ini kurang berpihak kepada rakyat kecil, namun kehadiran BMT sebagai kekuatan kelompok masyarakat  terdepan ikut berperan  membangun ekonomi umat.

“Kita bicara masalah perekonomian adalah individu-individu yang saling bersaing. Orang-orang yang tidak memiliki akses ekonomi makin tergeser. Sementara mereka yang memiliki akses, lebih banyak mendapat manfaat dari sistem ekonomi yang ada. Untuk itu, dengan kehadiran BMT yang banyak membina UMKM, mari kita belajar bagaimana mengelola sumberdaya yang dimiliki untuk bisa memperbaiki ekonomi keluarga, kelompok, dan bangsa,  Kita sering bicara kemandirian bangsa  tapi itu omong kosong ketika perekonomian masyarakat bawah diabaikan,” pungkasnya.

Pelatihan ini juga dihadiri Waket I  STIE Widya Persada Intan Arsitia, Pengurus Pusat ICMI, Ratna Juwita, serta Pengurus BMT BIC, Husnul Yakin.

Iklan