batan makmum

Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) tahun 2014 resmi dibuka oleh presiden Joko Widodo semalam (5/12) di Gedung Training Centre Universitas Negeri Gorontalo.

Dalam Silaknas kali ini, Sejumlah tokoh nasional hadir diantarnya Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Mensesneg Pratikno, Mantan Ketua MK, Jimly Asshidiqie serta pengurus ICMI pusat maupun daerah.

Pada kesempatan ini, Rektor Universitas Negeri Gorontalo sebagai ketua panitia SIlaknas, Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd, mengatakan bahwa pelaksanaan Silaknas kali ini terasa sangat istimewa karena untuk pertama kalinya sejak ICMI didirikan 24 tahun silam di Universitas Brawijaya, pelaksanaan Silaknas kembali digelar di sebuah universitas.

“Setelah didirikan, ICMI terasa semakin jauh dari kampus, dan hari ini harus menjadi tonggak sejarah eratnya kembali hubungan antara ICMI dan kampus”, ujar Dr. Syamsu.

Lebih dari itu, ia yakin keberadaan ICMI akan menjadi solusi dari berbagai persoalan bangsa karena ICMI dihuni oleh cendekiawan-cendekiawan yang memiliki kapabilitas yang baik.

“Mudah-mudahan hasil kajian dari silaknas ini akan menjadi bahan pertimbangan presiden untuk membangun Indonesia”katanya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan persoalan terbesar bangsa ini adalah tentang mentalitas dan moralitas, sehingga diperlukan sebuah perubahan yang besar untuk mengatasi itu.

“Sebagai bangsa kita kurang percaya diri, oleh karena itu dalam beberapa kesempatan saya selalu ingin menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar”, kata Jokowi yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Untuk mendukung hal itu, menurut Jokowi, sejak awal ia telah memerintahkan untuk menenggelamkan setiap kapal yang masuk ke perairan Indonesia secara ilegal.

“Tadi siang sudah ada beberapa kapal yang ditenggelamkan”ujar Jokowi tegas.

 

sumber: www.ung.ac.id 

Iklan