Laporan: Ihsan Dalimunthe |

RMOL. Pemilihan kepala daerah (pilkada) yang dilakukan secara langsung memiliki banyak kekurangan. Kekurangan yang paling krusial adalah penggunaan uang yang besar. Demikian disampaikan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD dalam diskusi “RUU Pilkada Untuk Kesejahteraan Rakyat” yang diselenggarakan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Hotel Sahid, Jakarta (Rabu, 17/9).

 

“Karena pemborosan uang itu, makanya menurut saya Pilkada langsung banyak mudaratnya,” kata Mahfud dalam diskusi yang dihadiri Amien Rais, Marwah Daud, Idrus Marham, Ahmad Mubarok, dan tokoh-tokoh Muhammadiyah dan MUI ini.

Mahfud mengungkapkan berdasarkan cerita yang diperolehnya, untuk pilkada langsung di DKI Jakarta seorang kandidat membutuhkan dana hingga ratusan miliar. Tak hanya itu, seorang calon harus keluarkan Rp 140 miliiar kalau mau mendapat dukungan partai politik.

“Itu (Rp 140 miliar) cuma buat perahunya atau partai pengusung. Belum lagi untuk kampanye seperti cetak kaos, percetakan, logistik dan lain-lain,” beber dia.

Makanya Mahfud menyimpulkan jika pemilihan kepala daerah secara langsung merusak tatanan demokrasi. Perlu dilakukan evaluasi yang komprehensif terhadap jalannya demokrasi yang berjalan pasca Indonesia alami reformasi selama lebih dari satu windu ini.[dem]

sumber: rakyat merdeka online

Iklan