10685588_10152256688404979_6585531580380030471_n

[MEDIA ICMI] Ketua Dewan Penasehat ICMI Pusat, Jimly Asshiddiqie mengingatkan, selain membangun sumber daya manusia, kita juga harus membangun institusinya yang kuat “Kita ingat kata-kata Sayidina Ali; alhaqqu bila nizhom yaghlibuhul bathil binnizhom, ‘sesuatu yang haq tapi tidakterorganisir pasti akan dikalahkan oleh batil yang terorganisir’. Jadi, kualitas suatu institusi adalah keharusan. Ini yang harus kita pikirkan bersama menjadi arah kebijakan ke depan,” Ungkapnya saat sambutan acara Halal bi Halal keluarga Besar ICMI di Manggala Wanabakti, kementrian Kehutanan RI, Jakarta (15/9/14)

Raih Kemuliaan

 

Untuk membangun institusi yang kuat, lanjut Jimly, harus ada pengelolaan dan aturan main agar berjalan efisien dan produktif.

“Maka harus dikelola dan dibuat rules of the game, bagaimana mengarahkan sistem demokrasi kita efisien. Di satu segi kita membangun SDM, kedua adalah kualitas institusinya. Kalau kualitas institusi politik dan institusi ekonomi tidakefisien, orang-orang terbaik dari negeri ini masuk ke sistem institusi yang tidak produktif, semua menjadi tidak produktif. Pendidikan sangat penting dan sudah menjadi pilihan kebijakan konsitusional. Tapi yang harus kita kembangkan dan bangun sebagai pimpinan uma dan bangsa, bagaimana membangun aturan yang sehat, baik bernegara maupun dunia usaha,” imbuhnya .

Inilah yang menurutnya harus diarahkan dan topang dengan kebijakan-kebijakan yang mengarah ke sana. Sistem politik kita harus dibenahi supaya produktif.

“Maka, teman-temanyang menjadi ulil amri, yang diberi kepercayaan rakyat duduk untukmengembangkan kebijakan publik, tolong persibuk diri kita dengan isu-isu kebijakan seperti ini. Mau dibawa ke mana Negara dan Bangsa kita,” ujarnya.

Tentang Pilpres2014, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI. Ini pun mengajak, baik kepada pihak yang menang tidak larut dalam kegembiraan, dan yang kalah tidak kecewa berkepanjangan. Karena baik yang ada di pemerintahan maupun oposisi sama mulianya.

Alhamdulillah,pilpres sudah selesai. Let’s move on. Pemilu hanya cara kita memilih pemimpin. Jadi jangan larut dalam kegembiraan atau kecewa, karena banyak sekali yang perlu kita urus dalam kehidupan berbangsa ini. Tentu tema kita SDM, agenda yang belum selesai. Ini long march yang harus kita bangun tahap demi tahap. Tiap jaman jangan mulai dari 0 lagi. Jadi ada kesinambungan. Kita tahu, di manapun kita bekerja apa dalam pemerintahan atau di luar, sama mulianya. Marilah kita mengajak teman-teman berbuat sebanyak-banyaklnya untuk bangsa dan umat di mana saja kita berada,” ajaknya.

Dua Kekuatan

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ini juga meminta kita memetik hikmah dari penyelenggaraan Pilpres 2014

“Hikmah dari pengalaman pilpres 2014 ini, di mana kita belajar menjadi dua kelompok barisan. Dalam sistem presidentil, sebaiknya memang kita hanya punya dua kubu. Nanti pada 2019, di mana capresnya akan banyak, Konstitusi sudah atur dua ronde. Ronde pertama, capresnya banyak. Pada ronde kedua, tinggal dua capres.Kalau semangat pengalaman ini bisa dikelola dengan baik, menjadi modal untuk membangun dua barisan kekuatan politik di masa depan, membuat sistem presidentil kita efisien,”imbuhnya.

Menurut Jimly, sistem demokrasi kita akan sehat kalau dua kekuatan; Pemerintah dan Oposisi sama kuat. Dalam semua sistem demokrasi modern harus begitu, bahkan dalam islam pun keseimbangan kekuatan itu sunnatullah.

“Jadi keseimbangan antara oposisi dan pemerintah adalah sunatullah. Kita harus perkuat keduanya. Di mana saja kita bisa mencari kemuliaan. Seandainya kita berlomba mencari kemuliaan dari Allah, insya Allah rejeki akan mengalir, dan kekuasaan akan datang dengan sendirinya. Jad jangan bercitacita mencari kekuasaan. Tidak usah kita bercita-cita mencari sebanyak-banyaknya kekayaan. Tapi marilah kita bercita-cita mencari kemuliaan dari Allah, yang tercermin sebagai kemuliaan di hati sesama manusia. Apakah kita perlu kekuasaan? Apakah kita perlu kekayaan? Perlu.Tapi keduanya hanya alat memperkuat kita untuk berlomba-lomba mendapat kemuliaan dari Allah Swt, pungkasnya.

Silaturahim dan Halal bi Halal Keluarga Besar ICMi juga dihadiri Ketua Dewan Kehormatan ICMI Pusat BJ Habibie, Dewan Kehormatan ICMI Pusat, AM Fatwa, M. Amin Rais, Tutty Alawiyah, Wakil Ketua Dewan Penasehat ICMI Pusat, Irman Gusman, Dewan Penasehat ICMI Pusat, Wiranto, Achmad Mubarok, Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Pusat, Zulkifli Hasan, Fadel Muhammad, Ketua Presidium ICMI, Priyo Budi Santoso, Presidium ICMI, Ilham Akbar Habibie, Nanat Fatah Natsir, Marwah Daud Ibrahim, dan Sugiharto.

Iklan