Laporan: Ihsan Dalimunthe |

 RMOL. Ketua MPP PAN Amien Rais kembali mengungkapkan bahwa dirinya mengalami disilusi pada saat menjabat Ketua MPR tahun 2003 silam. “Saya akui alami disilusi. Tapi sekarang alami keterkejutan luar biasa. Dulu argumen kenapa MPR lucuti kekuasannya dan berikan pada rakyat, karena tidak mungkin akan ada kekuatan uang yang bisa pengaruhi rakyat,” kata Amien dalam diskusi “RUU Pilkada untuk Kesejahteraan Rakyat” yang diselenggarakan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (17/9).

 

Hadir dalam diskusi tersebut Mahfud MD, Marwah Daud Ibrahim, Idrus Marham, Ahmad Mubarok dan tokoh ICMI lainnya.

Amien menjelaskan, saat ini kekuatan uang ternyata bisa mengubah suara rakyat. Makanya sekarang demokrasi berubah menjadi zaman korporaktokrasi. Pasalnya uang dan modal bicara secara telanjang.

“Makanya saya tak pernah bayangkan uang bisa jadi penentu di pilpres dan pilkada di provnsi, kota sampai kabupaten,” beber Amien.

Dulu sebelum reformasi, kata Amien lagi, pemilik modal hanya menonton politik dari luar dan tak pernah terlibat. Setelah 10 tahun refromasi, pemilik modal masuk terlibat ke dalam politik.

“Para pemilik modal tadi punya parpol, media massa, jaringan dan perusahaan. Ini yang harus diantisipasi dengan RUU Pilkada,” demikian Amien. [zul]

sumber: rakyat merdeka online

Iklan