habibie

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Manusia yang produktif dan unggul hanya bisa berkembang dengan suatu sistem yang berdayaguna. Sistem yang baik, perlu juga didukung dengan kualitas iman dan takwa yang tinggi. Seorang saudagar, apalagi muslim harus bisa bersinergi dengan ajaran Islam dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil. 

“Kalau yang dikembangkan hanya ilmu pengetahuan dan teknologi, maka akan sulit unggul dalam persaingan manapun,” kata Bacharuddin Jusuf Habibie dalam rekamanvideoyang diputar pada Simposium Nasional pada Musyawarah Nasional 1 Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI), Jakarta, Jumat (26/4).
Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia(ICMI) dulu didirikan untuk meningkatkan sumber daya manusia agar bernafaskan Alquran. Pendirian ICMI yang sudah selama 23 tahun dikatakan bukan dengan maksud mendirikan negara Islam, melainkan juga untuk membentuk pribadi saudagar yang bernafaskan Alquran dan sunah.
Tanpa bernafaskan Alquran, sumber daya manusia mudah tergerus persaingan yang belum tentu sejalan dengan ajaran  agama Islam. Untuk itu, pembentukan ICMI diharapkan bisa menjadi acuan untuk pelajaran pembudayaan, pendidikan dan meluaskan lapangan kerja.
“Kalau tiga-tiganya terjamin, insya allah kita  memiliki sumber daya manusia yang bisa diandalakan untuk masa depan,” ujar Habibie.
SDM muslim berkualitas harus dapat menonjolkankebaikandan nilai moral sesuai ajaran Al-Quran dan As Sunah. Kualitas ini sangat dibutuhkan terutama untuk menghadapi geliat ekonomi jaman sekarang. Seringkali gairah bersaing justru menyeret muslim untuk mengikuti nilai yang tampak luar sungguh menarik, padahal diharamkan secara Islam.
Sebagai seorang saudagar muslim, Habibie mengingatkan bahwa ajaran Islam harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Selanjutnya, SDM muslim harus secara sadar meningkatkan kualitas berpikir, berkarya, beriman dan takwa, serta meraih kehidupan yang berkualitas.
Peningkatan nilai-nilai ini diyakini akan berdampak positif bagi pembangunan ekonomi di Indonesia. Jumlah kelas menengah akan meningkat, seiring dengan meningkatnya daya beli umat. Satu hal penting yang harus dijaga menurutnya yaitu pasar bergerak sesuai jalur yang dibuat para saudagar muslim.
Habibie yakin pendirian Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) akan terus membina dan membesarkan organisasi Islam lainnya, seperti yang telah dilakukan ICMI. ISMI merupakan penggabungan empat organisasi saudagar muslim, yaitu PBNU, Majelis Ulama Indonesia, PP Muhammadiyah dan ICMI.
Reporter: Meiliani Fauziah
Redaktur : Citra Listya Rini

“Kalau yang dikembangkan hanya ilmu pengetahuan dan teknologi, maka akan sulit unggul dalam persaingan manapun,” kata Bacharuddin Jusuf Habibie dalam rekaman video yang diputar pada Simposium Nasional pada Musyawarah Nasional 1 Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI), Jakarta, Jumat (26/4).

Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dulu didirikan untuk meningkatkan sumber daya manusia agarbernafaskan Alquran. Pendirian ICMI yang sudah selama 23 tahun dikatakan bukan dengan maksud mendirikan negara Islam, melainkan juga untuk membentuk pribadi saudagar yang bernafaskan Alquran dan sunah.

Tanpa bernafaskan Alquran, sumber daya manusia mudah tergerus persaingan yang belum tentu sejalan dengan ajaran  agama Islam. Untuk itu, pembentukan ICMI diharapkan bisa menjadi acuan untuk pelajaran pembudayaan, pendidikan dan meluaskan lapangan kerja.

“Kalau tiga-tiganya terjamin, insya allah kita  memiliki sumber daya manusia yang bisa diandalakan untuk masa depan,” ujar Habibie.

SDM muslim berkualitas harus dapat menonjolkan kebaikan dan nilai moral sesuai ajaran Al-Quran dan As Sunah. Kualitas ini sangat dibutuhkan terutama untuk menghadapi geliat ekonomi jaman sekarang. Seringkali gairah bersaing justru menyeret muslim untuk mengikuti nilai yang tampak luar sungguh menarik, padahal diharamkan secara Islam.

Sebagai seorang saudagar muslim, Habibie mengingatkan bahwa ajaran Islam harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Selanjutnya, SDM muslim harus secara sadar meningkatkan kualitas berpikir, berkarya, beriman dan takwa, serta meraih kehidupan yang berkualitas.

Peningkatan nilai-nilai ini diyakini akan berdampak positif bagi pembangunan ekonomi di Indonesia. Jumlah kelas menengah akan meningkat, seiring dengan meningkatnya daya beli umat. Satu hal penting yang harus dijaga menurutnya yaitu pasar bergerak sesuai jalur yang dibuat para saudagar muslim.

Habibie yakin pendirian Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) akan terus membina dan membesarkan organisasi Islam lainnya, seperti yang telah dilakukan ICMI. ISMI merupakan penggabungan empat organisasi saudagar muslim, yaitu PBNU, Majelis Ulama Indonesia, PP Muhammadiyah dan ICMI.

Reporter : Meiliani Fauziah

Redaktur : Citra Listya Rini

Jumat, 26 April 2013, 18:32 WIB

Iklan