Jakarta, dpd.go.id – KONDISI bangsa Indonesia saat ini yang penuh dengan kesenjangan dan  degradasi moral  sangatlah memprihatinkan. Kondisi ini melahirkan kepedulian para cendekiawan ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) dan cendekiawan dari berbagai agama lain yang hadir dalam Simposium Nasional “Reaktualisasi Nilai-Nilai Pancasila untuk Integrasi Bangsa: Pandangan Cendekiawan Lintas Agama” untuk menuangkan kepedulian mereka melalui gagasan dan pemikiran menurut sudut pandang agama.

 

Terapkan Dalam Kehidupan Sehari-hari

Amidhan dan Nanat Fatah Natsir, cendekiawan muslim, menyatakan bahwa reaktualisasi nilai Pancasila perlu dilakukan sehubungan dengan semakin meluasnya  perilaku masyarakat yang bertentangan dengan nilai Pancasila. Menurut Nanat, nilai Pancasila  dapat direaktualisasikan melalui sosialisasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. “Salah satunya haruslah dimulai dengan pendidikan dan sosialisasi  dalam keluarga”, paparnya dalam acara Simposium Nasional yang bertempat di Kompleks Parlemen, Senayan-Jakarta, Rabu (10/08/11). I Ketut Parwata, tokoh agama Hindu, juga menyatakan hal yang serupa dengan menambahkan perlunya pendidikan budi pekerti selain pendidikan Pancasila .

Berbeda dengan cendekiawan Protestan, R.P.Borrong, yang menganggap bahwa reaktualisasi nilai-nilai Pancasila bukanlah kata yang tepat. “Yang dibutuhkan bangsa ini adalah aktualisasi sebagai suatu proses berkelanjutan”, jelasnya. Selanjutnya Borrong menambahkan strategi aktualisasi Pancasila antara lain: perlunya kebijakan pembangunan yang pro rakyat; perundang-undangan dan praksis hukum yang pro keadilan; tindakan para elit masyarakat yang menjunjung tinggi  keadilan dan kejujuran; memperhatikan dan memberi tempat berbagai aspirasi masyarakat.

Sastrapradja, cendekiawan Kristen katolik, menyimpulkan bahwa reaktualisasi nilai-nilai Pancasila dapat memperkokoh dan membentuk karakter  integrasi bangsa. Hal tersebut dapat terwujud dengan kepemimpinan nasional yang berkomitmen dalam mengadakan transformasi.

Citra Surya menutup acara dengan opini bahwa Bhinneka Tunggal Ika merupakan perekat bangsa Indonesia. Selain itu, nilai-nilai Pancasila harus selalu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bukti bahwa Pancasila merupakan pandangan hidup kita. Dengan demikian dapat terwujud Negara Indonesia yang adil dan makmur. (Dv/Leo/Af)

sumber: dpd.go.id

Iklan