[MEDIA ICMI] Untuk menjadi negara yang maju, sebuah bangsa harus memiliki ‘ruh’ yang mencerminkan karakter dan budayanya. Tiongkok maju dengan komunisme dan India dengan Hinduisme. “Bagaimana dengan kita yang Tuhannya satu?” Tanya Menneg BUMN Dahlan Iskan saat memberikan tausiyah utama di depan para pengurus ICMI Pusat yang hadir saat Silaturrahim Idul Fitri 1433 H Keluarga Besar ICMI, di Granada Ballroom, Menara 165, Jakarta (17/9/12).

 

Jebakan-Jebakan

“Kitalah yang akan membuktikannya,” imbuhnya. Dahlan melanjutkan, tahun lalu ekonomi Indonesia ($ 800 Milyar) mengalahkan Belanda ($ 700 Milyar). Ia yakin, dengan pengelolaan yang baik serta dukungan masyarakat, melihat gejolak Eropa sekarang, ekonomi Indonesia akan terus maju.

Namun Dahlan mengingatkan. Jika ingin makin maju, Indonesia harus segera menemukan ‘ruh’ kemajuannya. Sebab kalau tidak, akan menimbulkan jebakan-jebakan yang sebenarnya kita  buat sendiri.

“Dalam pengertian ‘kelas menengah baru’, kita sekarang punya kira-kira 136 juta orang yang tidak lagi miskin. Artinya, yang dihadapi bukan lagi soal  pangan, sandang dan pendidikan.  Di satu pihak, kelompok ini merupakan modal luar biasa bagi kemajuan Bangsa. Di lain pihak, ini jebakan fatal yang harus dilewati,” jelasnya.

Ciri-ciri masyarakat di kelas ini adalah; Pertama, tidak mau lagi diajak menderita, karena sudah pernah merasakan menderita. Kedua, maunya serba cepat. Ketiga, bicaranya vokal tanpa tedeng aling-aling.

“Tapi jebakan yang terbesar dan paling bahaya adalah birokrasi. Sudah tidak cocok lagi  melayani 136 juta orang ini. Birokrasi kita sangat lambat, sedang kita maunya cepat. Sehingga hanya ada dua pilihan. Masyarakatnya yang berubah, harus melambat dan menyesuaikan birokrasinya. Tapi justru ini jebakan kita gagal jadi negara maju. Atau birokrasinya yang berubah. Inilah yang harus kita lewati,” pungkasnya.

Hadir juga dalam acara silaturahim tersebut, Dewan Kehormatan ICMI Pusat, Sulasikin Moerpratomo, SH, Ketua Dewan Penasehat ICMI Pusat, Prof. Dr. Jimly Ashshiddiqie, SH. MA., Dewan Penasehat ICMI Pusat Jendral TNI (Purn) Wiranto, Dewan Penasehat ICMI Pusat, Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto, Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Pusat, Dr. M. Jafar Hafsah, Dewan Pakar ICMI Pusat, Wakil Ketua Bidang Agama, Budaya dan Pengembangan Karakter Bangsa, Dr. Ary Ginanjar Agustian, Dewan Pakar ICMI Pusat Ketua bidang Pertanian, Kelautan dan Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Rohmin Dahuri, MS.,  Ketua Presidium ICMI, Prof Dr. Nanat Fatah Natsir, Presidium ICMI Dr. Marwah Daud Ibrahim, Ph.D. dan Dr. Sugiharto, SE, MBA. Sekjen ICMI Dr. M. Taufiq dan Bendahara Umum, Sandiaga S. Uno.

Iklan