JAKARTA: Ikatan Cendekiawan Muslim se- ndonesia menyiapkan pelayanan kesehatan program i-Klinik pada setiap masjid di seluruh Tanah Air. Pengembangan fungsi dan peranan masjid ke arah layanan masyarakat dalam bidang kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi ini akan direalisasikan mulai tahun ini.

Berdayakan Peran Masjid

Peluang perluasan pemanfaatan masjid yang akan dilakukan ICMI mendapat dukungan penuh dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Yayasan Amal bakti Muslim Pancasila (YAMP) yang memiliki 999 masjid di seluruh Indonesia.

Menurut Ketua Koordinasi Kesejahteraan dan Kesehatan ICMI Fachmi Idris, peluncuran program i-Klinik merupakan tindaklanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani oleh ICMI dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Koperasi Khairu Ummah sekalu badan otonom ICMI yang melaksanakan program i-Klinik.

“Tujuan program ini untuk memerdayakan peran masjid sebagai sarana untuk tempat pemberdayaan kegiatan pendidikan demi peningkatan iman dan taqwa,” ujarnya dalam Seminar Nasional dan Soft Launching: Konsep i-Health di Masjid-Masjid  se-Indonesia Dalam Rangka menyehatkan Bangsa yang Sakit: “Revitalisasi Peran Umat Islam Dalam Upaya Kesehatan berbasis Masyarakat”, Jakarta (27/7).

Fachmi menjelaskan program ini diharapkan mampu menopang program Indonesia Sehat 2020 dan capaian MDGs sebagai bagian dari dukungan ICMI terhadap salah satu strategi Kementerian Kesehatan, yakni meningkatkan pemberdayaan masyarakat, swasta dan masyarakat madani.

Selain itu, lanjutnya, peluncuran i-Klinik bertujuan menjadikan masjid sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat dan informasi kesehatan, serta pendidikan pola hidup sehat bagi masyarakat.

“Melalui i-Klinik akan dijalankan program penilaian status kesehatan pribadi, program pengendalian penyakit atau faktor risiko, pendidikan kesehatan, imunisasi dan juga sampai kepada konseling individu,” ungkapnya.

Seminar tersebut juga dihadiri Presidium ICMI, Sugiharto dan Marwah Daud Ibrahim serta segenap Majelis Pengurus Pusat ICMI dan masyarakat pemerhati dunia kesehatan.

sumber: bisnis.com

Iklan