Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) meminta Pemerintah mengambil langkah nyata dan tegas serta menyeluruh terkait konflik jemaah Ahmadiyah dan umat Islam agar kejadian di Pandeglang tidak terulang. “Pemerintah harus tegas dalam mengimplementasikan SKB tiga menteri,” kata Ketua Presidium ICMI Ilham A Habibie kepada ANTARA di Jakarta, Senin. (7/2)

 

Kekerasan Bukan Solusi

Ilham menjelaskan, penegak hukum tidak boleh ragu untuk melarang dan menindak keras penggunaan simbol dan atribut Ahmadiyah selama mereka masih mengatasnamakan Islam. Ilham juga menyatakan bahwa ICMI mengecam keras peristiwa kekerasan yang menelan korban jiwa di Cikeusik, Pandeglang, Banten. “ICMI prihatin dengan tindakan anarkis kelompok orang tertentu,” katanya.

Menurutnya, Indonesia adalah negara hukum sehingga tidak boleh ada yang bertindak diluar koridor hukum. Dia juga mengatakan negara harus memegang teguh pasal 29 UUD`45, tentang kebebasan berkeyakinan dan beragama. Karena itu, negara harus segera menegaskan posisinya sebagai pelindung bagi warga dalam menjalankan hak-haknya tersebut.

“Islam tidak pernah melihat kekerasan sebagai solusi, dasar Islam itu cinta dan damai antar manusia, dan antara manusia dan penciptanya. Islam adalah rahmat semesta alam,” katanya. Dia juga menambahkan, ICMI menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri, terus melakukan dan mengembangkan dialog internal antar umat beragama. “ICMI menghormati keanekaragaman dan pluralitas masyarakat Indonesia,” katanya.

sumber: antaranews.com

Iklan