REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) bekerjasama dengan Dewan Masjid, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan beberapa organisasi lain membuat pilot project iMasjid. Tujuannya untuk memberdayakan masjid sebagai tempat pemberdayaan umat.”Paling tidak ada dua hal lagi yang bisa dikembangkan di masjid. Pertama pendidikan dan kedua untuk komersil,” ujar Ketua Presidium ICMI Ilham Habibie, saat berkunjung ke Republika, Rabu (16/07).

Kombinasi Kegiatan Masjid dengan Teknologi Informasi 

Menurutnya, masjid juga cocok untuk kegiatan komersil. Yaitu dengan menyediakan tempat bagi pedagang kecil di sekitar masjid. Hal tersebut justru menunjukan kegiatan yang menyentuh rakyat.Kemudian terkait iMasjid itu sendiri, ICMI dan rekanannya itu ingin mengkombinasikan antara kegiatan masjid dengan tekonologi informasi. Kegiatan, pembelajara, ataupun kajian tersebut dapat diakses dan disebarkan dengan menggunakan internet. Sehingga dapat dipelajari bersama. “Ada proses pendidikan disana,” kata Ilham.

Lalu dari sisi komersialnya, teknologi informasi itu bisa dijadikan sebagai tempat pemasaran atau transaksi komersial. Saat ini internet memegang peranan penting dalam dunia bisnis.Dengan ada iMasjid ini diharapakan setiap mempunyai akses dan fasilitas yang menunjang, serta keberadaan manajer IT. Manajer IT ini bisa juga mengajarkan penggunaan teknologi informasi itu, sehingga akan jauh lebih bermanfaat.

Saat ini, untuk melancarkan pilot project itu, ICMI dan beberapa organisasi yang lain sedang mengidentifikasi daerah dan masjid-masjid mana saja yang akan digunakan untuk rencana ini. Proyek ini akan dimulai di beberapa masjid terlebih dahulu, untuk melihat seberapa bermanfaat teknologi tersebut. “Kalau ini bagus baru mungkin bisa jadi program nasional. Jangan masal dulu kalau belum bagus,” ujar Ilham.

sumber: republika.co.id

Iklan