Sebagai komitmen menumbuhkan wirausaha baru dan mengurangi pengangguran melalui pendampingan berkelanjutan, LAZNAS BMT ICMI kembali mengadakan pelatihan, kali ini bekerjasama dengan PT Jamsostek (Persero) Wilayah III, menggelar: Pelatihan Keterampilan Membuat Kerudung dan Mukena, di ICMI Center,  Jakarta (14/ 6). 

Payung Di Kala Hujan

Menurut Direktur LAZNAS BMT, Baihaqi Abdul Madjid, para peserta yang ikut pelatihan membuat kerudung dan mukena itu dipilih berdasarkan kriteria antara lain memiliki bakat untuk masuk di dunia usaha garmen berkeinginan kuat menjadi pengusaha dan bersedia didampingi berkelanjutan. “Kami harapkan jika sudah mahir, ibu-ibu sekalian bisa mentransfer ilmunya untuk rekannya yang lain atau generasi muda yang membutuhkan. Ke depan kita upayakan ada pelatihan keterampilan-keterampilan lainnya yang dibutuhkan masyarakat,” tandasnya

Baihaqi dalam pembukaan pelatihan life skill tersebut juga menyampaikan pentingnya jaminan sosial sebagai proteksi yang berfungsi seperti payung di kala hujan. Ada program-program Jamsostek bagi pelaku UMKM yang bisa dimanfaatkan, khususnya bagi anggota BMT di mana BMT-nya bekerjasama dengan Jamsostek.

Sementara itu, Kepala PKBL PT Jamsostek Wilayah III DKI Jakarta, Syamsudin tak bisa menutupi antusiasnya melihat  minat para ibu-ibu yang berbondong-bondong menyempatkan hadir untuk mengikuti pelatihan tersebut. “Saya pernah menjadi pengurus ICMI di Kabupaten tapi tidak semeriah ini. pelatihan ini merupakan  ide  cemerlang  dan memang harus dimulai dari kaum cendekiawan,” sebutnya.

PT Jamsostek (Persero), imbuh Syamsuddin, sangat menyambut baik kegiatan ini dalam rangka menyalurkan CSR di mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk skill/ keterampilan. Selain menjalankan core business -nya, Jamsostek bekerjasama dengan pihak terkait juga bisa memasarkan produk-produk unggulan anggotanya baik di dalam maupun luar negeri. Karena itu diharapkan kegiatan pelatihan ini menjadi cikalbakal sinergi yang  berkelanjutan. “ibu-ibu  yang dilatih menjadi usahawati-usahawati yang terampil dan mampu menghasilkan produk bersaing sehingga tumbuh dan berkembang dan bisa membantu masyarakat yang lain,” jelasnya.

Hadir juga dalam pembukaaan pelatihan itu Dewan Pakar ICMI Pusat, Irwanuddin, Direktur Unit Bisnis Strategis KJKS BMT Bina Insan Cita; BIC Rice, Syafruddin Amirsyam dan Wakil Direktur Laznas BMT, Muzakkir Muannas Tovagho.

Iklan