Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan membuka dan meresmikan pabrik bioethanol berbahan baku singkong dan mocal di Kampung Nanggewer, Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Selasa (11/1).

Solusi Energi Alternatif

Pada tahap awal, pabrik bioethanol yang diprakarsai Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Jawa Barat ini hanya berproduksi dengan skala 200 liter bioethanol per hari. Namun dalam beberapa bulan ke depan kapasitas produksinya akan ditingkatkan menjadi ribuan liter per hari.

Pabrik bioethanol ini mulai dirintis sejak Agustus 2009 oleh Ketua ICMI Jabar, Prof Dr Nanat Fatah Natsir yang juga Rektor UIN Bandung. Namun pabrik ini baru beroperasi beberapa bulan lalu setelah memperoleh bantuan dana Rp 500 juta dari Pemprov Jabar untuk membeli mesin dan membangun pabrik.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan keberadaan pabrik bioethanol pertama di Jawa Barat ini dapat menjadi solusi energi alternatif di samping energi yang bersumber dari fosil yang lambat laun akan habis.

Heryawan meyakini, dengan bahan baku singkong yang mudah didapat dan ditanam oleh masyarakat energi alternatif ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Menurutnya, selain ramah lingkungan, energi alternatif ini akan memberikan nilai ekonomis besar bagi masyarakat sekitar.

“Saya berharap energi bioethanol ini dapat membumi. Saya sepakat program ini harus jadi embrio untuk dikembangkan di daerah lain dan itu diawali dari Cikelet, Kabupaten Garut. Bagaimana pun energi fosil akan habis segera,” tukasnya.

sumber: koranbogor.com

Iklan