Masterplan otonomi daerah kebijakan yang mencegah perubahan fungsi lahan dari sawah menjadi rumah harus didukung terutama di daerah Jawa karena hanya Pulau Jawa yang bagus untuk tanah sawah. Sementara luas lahannya kian menurun. “ Di luar Jawa sangat sulit untuk melakukan recovery tanahnya yang cocok untuk padi, “ sebut Dr. Ir. Hariyadi MP dalam “Presentasi Padi Varietas Indonesia Inovasi Ridho Ilahi (IIRI-600 )” di ICMI Center, Jakarta Selatan (20/01). 

Petani Kurang Informasi

Menurut Hariyadi, di daerah tanah gambut seperti di Papua, sulit meningkatkan pH yang di bawah 3. “Sulit kalau tanam padi jenis IIRI-600. Tapi kalau di Kalimantan insya Allah bisa karena hampir sama kondisinya,” sebut peneliti padi lebih dari 5 tahun ini. Namun, ada varietas-varietas tertentu yang tahan di lahan gambut seperti jenis padi siam unus yang butuh 8 bulan untuk panen.

Dijelaskan juga, kondisi-kondisi tanah sawah yang selalu diforsir membuat biomassa ikut diambil. Di daerah Malang banyak sapi perah dan pedaging. Saat musim kemarau di Jawa Timur kerap terjadi rebutan antara pemilik sawah dengan orang-orang yang antri ingin mengambil jeramin untuk pakan sapi. Sehingga buruh untuk menebang padi sudah terpenuhi dari orang-orang yang mau mengambil jerami. Jadi ongkos panennya bisa dbantu dari orang-orang yang mau mengambil jerami. “Harusnya biomassa kembali sehingga mengurangi unsur-unsur input yang dibutuhkan pada periode penanaman berikutnya,” imbuhnya. Karena itu harus ada solusi untuk alternatif pakan sapi.

Selama ini penyuluhan lapangan tidak cukup memberikan penjelasan kepada petani menyangkut recovery kesuburan tanah dan manajemen pengelolaan tanaman padi. Informasi yang harus diketahui para petani salahsatunya mengenai pH tanah. Haryadi menganjurkan pakai pupuk kandang. Perlu diperhatikan juga agro ekosistem sawah. “Untuk parasitoit penggerek batang, saya anjurkan trikograma. Satu pias isi 250 butir telur dan hanya Rp 1000. Cara pasangnya hanya pakai bekas gelas plastik ditaruh, satu hari sudah menetas, menyebar dan akan menyerang hama penggerek batang dengan efektif.. ada juga bakteri-bakteri yang bisa memakan ulat-ulatan, kutu-kutuan. Dan jamur Semua dilakukan untuk mencegah kerusakan ekologi di lahan sawah,” ungkap peneliti dari Universitas Brawijaya ini panjang lebar.

 

Iklan