Meski ada sebagian kalangan mengatakan Pancasila sudah tidak relevan. Tapi yang harus diingat, Pancasila tetap sebagai satu-satunya yang bisa mempersatukan bangsa Indonesia yang berbhineka Tunggal Ika. Demikian disampaikan Ketua Presidium ICMI Pusat, Azyumardi Azra saat melantik Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Provinsi Papua periode 2009-2014. di Hotel Yasmin Jayapura, Sabtu (06/ 02)

ICMI Alat Pemersatu
Lebih lanjut disampaikan, Pengurus ICMI harus bisa memperlihatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan yang penuh, dengan tetap menjadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa yang utuh dan tak tercerai-beraikan. ICMI harus bisa dijadikan alat pemersatu semua umat Muslim Papua dan seluruh masyarakat di Papua. Diharapkan pengurus daerah dapat mempermudah dan membantu pelaksanaan tugas-tugas dari Majelis Pengurus Pusat ICMI,” imbuhnya.

Azyumardi juga mengajak seluruh pengurus ICMI Papua yang baru dilantik, agar bekerja dengan penuh semangat dalam membesarkan ICMI dengan selalu membuka pintu bagi semua masukan dan kritik demi kemajuan. Dalam keempatan tersebut, Azyumardi memberikan apresiasinya kepada pemerintah Provinsi Papua dan seluruh pihak yang selama ini terus memberikan dukungan bagi eksistensi ICMI di Papua. “Terutama bagi Wakil Gubernur Papua, Alex Hessegem, yang selalu berkenan hadir dalam setiap kegiatan ICMI Papua,” sambungnya.

Sesuai hasil Musprov ICMI Papua beberapa waktu lalu, DR Muhamad Abud Musaad MSi, terpilih menjabat sebagai ketua ICMI Papua, Wakil ketua Dr H Mansur, M, Sekretaris, Drs Djoko Dasri dan Bendahara, H, Rustan Ramli. Tampak hadir dalam pelantikan pengurus ICMI Papua antara lain, Wakil Gubernur Papua, Alex Hessegem, wakil bupati kabupaten Keerom Papua, Waghfir Kosasih, utusan dari unsur TNI/Polri, Muspida dan undangan lainnya.

Kawal Solidaritas Antar Umat Beragama
Ottow dan Geissler, dua orang penginjil Jerman masuk ke tanah Papua pada 155 tahun silam, atas izin dari Sultan Tidore kala itu. Bahkan Ottow dan Geissler yang oleh orang Papua dikenal sebagai pembawa Injil masuk di tanah Papua, yang dirayakan setiap 5 Februari, saat pertama kali menginjak tanah Papua, diantar dengan pengawalan pasukan Kesultanan Tidore. Ketua ICMI Orwil Papua periode 2009-2014, Dr Muhamad Abud Musaad, Msi mengutip cerita Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua, Pendeta Herman Saut, tentang bagaimana di masa lalu sudah tercipta kehidupan kerukunan antarumat beragama yang begitu harmonisnya. “Kenapa saat ini makin pudar dan terkadang dijadikan alasan untuk berselisih paham,” imbuhnya usai resmi dilantik menjadi Ketua ICMI Orwil Papua.

Karena itu ICMI Orwil Papua harus bisa berfungsi sebagai perekat umat Islam secara internal dan katalisator semua umat secara eksternal. “Artinya ICMI bukan saja hanya mengakomodir kepentingan umat Muslim, tetapi seluruh masyarakat umat beragama di Papua,” jelasnya. Muhamad Musaad juga mengajak semua pihak dan komponen umat beragama yang ada di Papua, untuk tetap bersama-sama mengawal hubungan solidaritas hidup beragama di Tanah Papua yang sudah sangat baik selama ini. “Mari kita semua segenap komponen bergandengan tangan menjaga komitmen kita menjadikan Papua sebagai tanah damai,” lanjutnya.

Sumber: republika.co.id , tabloidjubi.com

Iklan